“Bidadari Untuk Ikhwan”. Novel yang ditulis oleh Fajar Agustanto ini mengisahkan seorang ikhwan yang berjuang di jalan dakwah dengan kesungguhannya. Ia telah mengabdikan dirinya untuk berjalan kaki “blusukan” masuk ke rumah-rumah pinggiran yang dihuni oleh banyak orang miskin. Mulai dari anak kecil dan preman yang garang pun tak luput dari sasaran dakwahnya. Sekali lagi skenario Allah pun berjalan begitu indah. Dengan tetap istiqomah menjaga diri dari fitnah dunia, akhirnya ia berhasil mendapatkan seorang bidadari cantik nan solihah yang menjadi idola dan membuat banyak mahasiswa terpesona. Namun tak sampai di situ, ada cerita lain yang menjadikan novel ini seru untuk dibaca. So, bagi yang penasaran silahkan download link di bawah ini dan telusuri hikmahnya Download
Siang itu Pesantren Al Furqon yang terletak di daerah Pagum Kediri, Jawa Timur geger. Pengurus Bagian Keamanan menyeret seorang santri yang diyakini mencuri. Santri itu mengaduh dan minta ampun."Ampun, tolong jangan pukul saya. Saya tidak mencuri" Santri yang mukanya sudah berdarah-darah itu mengiba.
"Ayo mengaku. Kalau tidak kupecahkan kepalamu !" Teriak seorang santri berkopiah hitam dengan wajah sangat geram.
"Sungguh, bukan saya pelakunya." Si Rambut Gondrong itu tetap tidak mau mengaku.Serta merta dua bogem melayang ke wajahnya." Nih rasain pencuri !" teriak Ketua Bagian Keamanan yang turut melayangkan pukulan. Si Rambut Gondrong mengaduh lalu pingsan.
Menjelang Ashar, Si Rambut Gondrong siuman. Ia dikunci di gudang pesantren yang dijaga beberapa santri. Kedua tangan dan kakinya terikat. Airmatanta meleleh.Ia meratapi nasibnya. Seluruh tubuhnya sakit.Ia merasa kematian telah berada di depan mata.
Di luar gudang para santri ramai berkumpul. Mereka meneriakkan kemarahan dan kegeraman.
"Maling jangan diberi ampun !"
"Hajar saja maling gondrong itu sampai mampus !"
"Wong maling kok ngaku-ngaku santri. Ini kurang ajar. Tak bisa diampuni !"
Ia menangis mendengar semua itu. Sepuluh menit kemudian pintu gudang terbuka. Ia sangat ketakutan. Tanpa ia sadari ia kencing di celana karena saking takutnya. Para santri yang didera kemarahan meluap hendak menerobos masuk. Tapi lurah Pondok menahan mereka dengan sekuat tenaga.Pak Kiai, pengasuh pesantren masuk dengan wajah dingin.
Begitulah subjudul Kuntowijoyo mengawali ceritanya yang berjudul Mantra Pejinak Ular. Menokohkan Abu Kasan Sapari yang dipercaya oleh kalangan terdekatnya sebagai masih keturunan pujangga besar Ronggowarsito, cerita ini berlatar belakang kehidupan sosial berikut dunia batin masyarakat desa di wilayah kebudayaan Jawa, Surakarta, dan sekitarnya, taruhlah seperti Klaten serta daerah lain yang berasosiasi pada desa-desa di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah.Download

Sebagai salah satu buku kategori pencerahan hati (an-nafsu al-muthma 'innah), la tahzan menawarkan terapi yang lebih dekat dengan al-quran dan sunnah, ketimbang renungan-renungan reflektif semata. La tahzan menjadi buku terlaris di timur tengah karena cetakan pertamanya (th.2001), buku ini telah terjual lebih dari 1 juta eksemplar.
Buku ini telah melambungkan nama penulisnya, Dr. 'aidh-qarni, seorang doktor dalam bidang hadis yang hafizh Qur'an, ribuan hadis, dan juga ribuan bait syair arab kuno hingga modern. Dalam usianya yang masih sangat muda, ia telah menjadi penulis paling produktif di saudi arabia saat ini.
Download
Buku ini telah melambungkan nama penulisnya, Dr. 'aidh-qarni, seorang doktor dalam bidang hadis yang hafizh Qur'an, ribuan hadis, dan juga ribuan bait syair arab kuno hingga modern. Dalam usianya yang masih sangat muda, ia telah menjadi penulis paling produktif di saudi arabia saat ini.
Download
Tertangkapnya Randy membuat Yunus kebat-kebit. Dia nggak mau dikurung lagi di kandang monyet seperti dulu. Bersama Oding Rambo, mereka sepakat melarikan diri. Dia segera mencari Yunus dan Oding Rambo.Sementara itu, Pak Pieter hanya bisa pasrah. Ia menyerahkan segala urusan Yunus kepada Inspektur Hamdan.
Berhasilkah Yunus dan Oding Rambo melarikan diri? Apa yang dilakukan Inspektur Hamdan untuk menangkap Yunus dan Oding? Bagaimana pula keadaan Pak Pieter setelah ditinggalkan Yunus? Simak dan ikuti terus aksi Anak-Anak Masa Depan ini. Dijamin makin seru, deh ...!
Download
Ada mukjizat dalam berpikir besar. Akan tetapi, begitu mudah kita melupakannya. Ketika Anda mengalami kesulitan, ada bahaya pikiran Anda akan menyusut ukurannya. Dan bila ini terjadi, Anda kalah.Kita semua, lebih dari yang kita sadari, adalah produk dari cara berpikir di sekeliling kita. Dan kebanyakan dari cara berpikir ini kecil, tidak besar. Semua di sekeliling kita adalah lingkungan yang berusaha menarik Anda ke bawah ke keadaan sedang-sedang saja.
Ketakutan adalah musuh keberhasilan. Bangun kepercayaan dan hancurkan ketakutan maka Anda dapat berpikir besar untuk mencapai keberhasilan. Kurung ketakutan Anda, masukkan hanya pikiran positif ke dalam ingatan Anda, tempatkan orang dalam perspektif yang benar, dan lakukan apa yang hati Anda katakan sebagai hal yang benar merupakan tindakan menyembuhkan ketakutan.
Setiap pekerjaan besar memerlukan orang yang berpikir untuk bertindak. Gagasan yang bagus saja tidak cukup. Gagasan sederhana yang dilaksanakan dan dikembangkan adalah seratus persen lebih baik daripada gagasan hebat yang mati karena tidak ditindaklanjuti.
Tumbuhkan kebiasaan bertindak. Jangan menunggu hingga keadaannya sempurna karena itu tidak akan pernah terjadi. Gunakan tindakan untuk menghilangkan ketakutan dan mendapatkan kepercayaan diri. Berpikirlah dalam pengertian sekarang. Segeralah bertindak, ambil inisiatif, dan laksanakan.
Berpikirlah besar dan Anda akan hidup besar. Anda akan hidup besar di dalam kebahagiaan. Anda akan hidup besar dalam prestasi. Besar dalam pendapatan. Besar dalam jumlah teman yang Anda miliki. Besar dalam respek.
Mulailah sekarang, menit ini juga, untuk menemukan bagaimana membuat pikiran Anda menenun mukjizat bagi Anda. Mulailah dengan pikiran filsuf besar ini, Disraeli, “Hidup terlalu singkat untuk berpikir kecil dan berbuat hal yang kecil”.
Download